• Beranda
  • SOP
  • Perpustakaan
  • Petunjuk
  • Tentang Aplikasi
  • Masuk
Abstrak

Dismenorea merupakan nyeri atau kram pada abdomen bagian bawah atau panggul yang berkaitan dengan siklus menstruasi pada perempuan, dan sering terjadi pada remaja putri akibat kontraksi uterus yang dipicu oleh peningkatan prostaglandin (Maharianingsih et al., 2021). Secara klinis, dismenorea dibedakan menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Dismenorea primer terjadi tanpa kelainan organik dan disebabkan oleh peningkatan kadar prostaglandin yang memicu kontraksi otot uterus semakin kuat sehingga nyeri meningkat. Meskipun termasuk proses normal, kondisi ini dapat memburuk apabila tidak ditangani dan berpotensi berkembang menjadi dismenorea sekunder. Dismenorea sekunder berkaitan dengan adanya gangguan atau kelainan pada sistem reproduksi, seperti fibroid uterus, radang panggul, endometriosis, atau kehamilan ektopik (Jatnika & Badrujamaludin, 2022). Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2023, Angka kejadian dismenore di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% perempuan mengalami dismenorea primer. Prevalensi dismenorea disetiap negara berbeda-beda. Prevalensi di Amerika Serikat kurang lebih sekitar 85%, di Italia sebesar 84,1% dan di Australia sebesar 80%. Prevalensi rata-rata di Asia kurang lebih sekitar 84,2% dengan spesifikasi 68,7% terjadi di Asia Timur laut, 74,8% di Asia Timur Tengah, dan 54,0% di Asia Barat laut. Prevalensi di negara-negara Asia Tenggara juga berbeda, angka kejadian di Malaysia mencapai 69,4%, Thailand 84,2% dan di Indonesia angka kejadian dismenorea 64,25% terdiri dari 54,89% dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder (WHO, 2023). Data hasil Riset Kementrian Kesesehatan Republik Indonesia (SKI) pada tahun 2020, didapatkan bahwa jumlah wanita yang mengalami dismenorea mencapai 1.769,425 jiwa atau sekitar 90%. Rata-rata 50% perempuan di setiap negara mengalami dismenorea. Survei dan penelitian kesehatan di Indonesia menunjukan dismenorea (nyeri haid) sangat umum, diamami 45%-95% wanita usia produktif, dengan Prevalensi remaja mencapai 60%-75% (SKI, 2023). Data tersebut menunjukkan bahwa dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang cukup dominan pada perempuan, khususnya pada kelompok usia remaja putri.


Penulis : RABIATUL AULIA
Kontributor/Pembimbing :
Ns. Apriani Susmita Sari, M.kep,
Tahun : 2026
File : Download
Kata Kunci/Tags :
Kategori

Sosial dan Budaya 0
Sains dan Teknologi 0
Kesehatan 6
Alam dan Lingkungan 0
Teknik dan Industri 0
Ekonomi dan Bisnis 0
Lainnya 0

© 2025 Pemerintah Kabupaten Lombok Timur all right reserved