• Beranda
  • SOP
  • Perpustakaan
  • Petunjuk
  • Tentang Aplikasi
  • Masuk
Abstrak

ABSTRAK Latar Belakang: Dismenorea merupakan masalah menstruasi yang paling sering dikeluhkan oleh remaja putri dan berdampak negatif pada aktivitas belajar, penurunan konsentrasi, hingga absensi sekolah. Di MA NW Suralaga, angka kunjungan siswi ke UKS akibat dismenorea terus meningkat setiap tahunnya, mencapai 58 siswi pada tahun 2025. Selama ini, penanganan di sekolah tersebut masih bergantung pada obat-obatan farmakologis (analgetik) yang memiliki efek samping jika dikonsumsi jangka panjang, sementara intervensi non-farmakologis belum pernah diterapkan. Modifikasi waktu intervensi diperlukan dengan menggabungkan konsumsi pisang ambon sebagai langkah preventif (H-3 sebelum menstruasi) untuk mengumpulkan kalium dan vitamin B6 dalam tubuh, serta pemberian kompres hangat sebagai langkah kuratif saat nyeri hari pertama menstruasi terjadi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi pemberian kompres hangat dan konsumsi pisang ambon terhadap penurunan dismenorea pada remaja putri di MA NW Suralaga. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental Quasi-Experimental dengan rancangan One Group Pre-test and Post-test atau perbandingan antar-grup intervensi. Populasi penelitian adalah siswi MA NW Suralaga yang mengalami dismenorea primer. Pengukuran intensitas nyeri haid dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS) dengan rentang skor 0–10. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji komparatif yang sesuai (seperti Paired T-Test atau uji Wilcoxon) untuk membuktikan efektivitas modifikasi intervensi ini secara signifikan. Hasil (Rencana/Diharapkan): Kombinasi nutrisi kalium dan magnesium dari pisang ambon secara teoritis mampu merelaksasi miometrium serta menekan prostaglandin sebelum menstruasi, sementara paparan kompres hangat di hari pertama memperlancar sirkulasi darah dan memberikan efek relaksasi otot uterus langsung pada area yang nyeri. Modifikasi waktu pemberian ini diharapkan menunjukkan penurunan skala nyeri dismenorea yang signifikan pada remaja putri dari kategori sedang/berat menjadi ringan/tidak nyeri, serta terbukti lebih efektif dibandingkan terapi tunggal.


Penulis : Diah Afrianing Safitri
Kontributor/Pembimbing :
1. Bdn. Nurlatifah N Yusuf S.ST,. M.Keb, 2. Ns. Muh Jumaidi Sapwal,M.Kep.,
Tahun : 2026
File : Download
Kata Kunci/Tags :
Kategori

Sosial dan Budaya 0
Sains dan Teknologi 0
Kesehatan 18
Alam dan Lingkungan 0
Teknik dan Industri 0
Ekonomi dan Bisnis 0
Lainnya 4

© 2025 Pemerintah Kabupaten Lombok Timur all right reserved