ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna seni tari beriuk betulung bagi siswa kelas IV, pemanfaatannya sebagai media pembelajaran untuk penguatan dimensi gotong royong Profil Pelajar Pancasila, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SD Negeri 2 Tebaban Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari beriuk betulung memberikan pengalaman baru bagi siswa karena sebelumnya belum pernah diajarkan secara khusus di sekolah. Siswa menunjukkan ketertarikan dan antusiasme selama kegiatan. Pemanfaatan tari dilakukan melalui pengenalan, pemberian contoh gerakan, latihan secara bertahap, pengulangan, dan pendampingan guru. Latihan secara berkelompok memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama, saling membantu, mengingatkan gerakan, berkomunikasi, dan menjaga kekompakan kelompok. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, pendampingan guru, antusiasme siswa, bantuan teman sebaya, dan karakter tari sebagai budaya lokal. Hambatan utama berupa perbedaan kemampuan siswa dalam memahami dan mengingat gerakan sehingga diperlukan contoh berulang dan bimbingan tambahan. Temuan menunjukkan bahwa tari beriuk betulung dapat memberikan ruang pembelajaran kontekstual untuk penguatan gotong royong melalui pengalaman langsung secara berkelompok. Kata kunci: tari beriuk betulung, budaya lokal, media pembelajaran, Profil Pelajar Pancasil, gotong royong.
| Penulis | : | Melinda Yantika |
| Kontributor/Pembimbing | : |
Dr. Habibuddin M.Pd,
Deny Susanti MA,
|
| Tahun | : | 2026 |
| File | : | Download |
| Kata Kunci/Tags | : | |