serius, dengan jumlah kasus dan angka kematian yang terus meningkat setiap tahun. Penyakit ini muncul akibat interaksi antara faktor risiko, manusia, dan lingkungan, umumnya menyerang individu yang kurang menjaga pola hidup sehat. Ada empat kelompok utama penyakit tidak menular yang menyebabkan sekitar 60% kematian di dunia maupun di Indonesia, salah satunya adalah hipertensi (Wirakmi & Anwar, 2023). Sering disebut sebagai "pembunuh diam-diam", hipertensi sering kali tidak memiliki gejala yang jelas pada tahap awal. Secara medis, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan diastolik ≥ 90 mmHg, yang diukur minimal dua kali dengan selang waktu lima menit dalam kondisi istirahat cukup (Kemenkes RI, 2025; Wirakmi & Anwar, 2023). Data WHO (2024) menunjukkan bahwa jumlah penderita hipertensi di dunia telah mencapai 1,28 miliar jiwa, artinya hampir 1 dari 3 orang dewasa menderita penyakit ini. Angka ini diprediksi terus meningkat hingga mencapai 1,5 miliar orang pada tahun 2030. Setiap tahun, sekitar 10,8 juta kematian terjadi akibat hipertensi dan komplikasinya, sebagian besar menimpa negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di kawasan Asia Tenggara, prevalensi hipertensi pada tahun 2024 tercatat mencapai 41,2%, angka yang jauh lebih tinggi dibanding rata-rata global (WHO, 2024).
| Penulis | : | RINDIATUL ZUHROH |
| Kontributor/Pembimbing | : |
Ns. Anatun Aupia, MNS,
Ns. Maruli Taufandas, M. Kep,
|
| Tahun | : | 2026 |
| File | : | Download |
| Kata Kunci/Tags | : | Terapi herbal Rebusan air jahe Daun salam |